Merdeka Bila Petani Sejahtera  

 

Bendera merah putih mulai berkibar di halaman rumah warga dengan tiang seadanya. Sebagai tanda memperingati hari kemederkaan Indonesia Raya yang jumlah penduduknya sebagian besar petani yang belum sejahtera. Mereka makan seadanya tapi tidak perlu meminta-minta. Apa lagi mengemis pada negara. Karena sebelum negara ini merdeka, mereka telah ada. Tujuh puluh satu tahun usia negara ini merdeka tapi mereka masih hidup merana. Inilah realita yang ada di Negara Pancasila, Indonesia tercinta.

Petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mereka berjuang bukan hanya untuk menghidupi keluarga. Mereka juga menghidupi negara dengan hasil-hasil panen yang dinikmati seluruh warga negara. Namun hasil panen mereka dihargai hanya sekedarnya tanpa menghargai bagaimana perjuangannya. Dan kini sayang  mereka masih menderita meski katanya Indonesia telah merdeka.

Jika negara telah merdeka dan telah berganti-ganti pimpinannya, namun keadaan petani tetap begini adanya. Pemimpin negara sebenarnya memiliki hati tapi seakan mereka tak peduli dengan sulitnya hidup petani. Pemimpin negara ini sebenarnya tak tuli tapi mereka seakan tak mendengar jeritan petani. Pemimpin negara ini sebenarnya tak buta tapi mereka seakan tak melihat petani yang dari dulu tak berdaya. Yang petani harapkan adalah seorang pemimpin negara yang tak banyak cerita belaka dan bisa membuktikan janji kampanyenya ingin membuat petani sejahtera.

Pemimpin negara ini hanya bisa berkata, tingkatkan produksi panennya tapi harga rendah dibiarkannya. Pemimpin negara ini hanya bisa berkata, tingkatkan kualitas produksinya tapi tengkulak dibiarkan meraja-lela. Pemimpin negara ini hanya bisa berkata, perluas lahan produksinya tapi lahan terbakar petani yang disalahkannya. Pemimpin negara ini hanya bisa berkata, produk para petani harus dijaga tapi import komoditi pertanian tetap dilakukannya.  Jadi petani harus bagaimana?

Petani hanya ingin merdeka, bebas melakukan produksinya. Bisa menentukan harga produknya. Bisa mendapatkan pupuk dengan mudahnya. Bisa terhindar dari tengkulak yang ada di mana-mana. Bebas dari tekanan produk import yang merugikannya. Dan yang terpenting petani bisa sejahtera di saat Indonesia telah merdeka puluhan tahun lamanya.

 

Bagikan tulisan ini jika menarik dan bermanfaat. Happy Sharing

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *